Seperti halnya tanggal, bulan dan tahun yang mempunyai deretan angka yang sama, maka 7/7/7 pun menjadi angka keramat dan dianggap sakral oleh banyak orang. Tengok saja kantor-kantor KUA, catering, salon, butik, gedung-gedung, toko perlengkapan perkawinan dan toko mas semua overload kebanjiran order untuk tanggal tersebut.

Kalau saya mengambil salah satu judul film nasional AADC dengan ejaan tempoe doeloe, AADTJ, Ada Apa Dengan Tanggal tuJuh? (maksa ga sih?) Maka jawabannya adalah tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 adalah hari Sabtu. Ya hari yang sama dengan hari sabtu kemarin dan hari-hari sabtu sebelumnya. Yang membedakan hanya waktu dan kejadian yang terjadi didalamnya.

Tapi intinya sama, ada yang lahir ada yang meninggal, ada yang nikah mungkin ada juga yang cerai, ada yang cintanya bersemi, ada yang putus cinta… ko cinta? kan sesuai dengan judul di atas, AADTJ🙂

Lantas kenapa sih sampe orang berbondong-bondong? Jawabannya macem-macem, ada yang memandang angka tersebut keramat, hoky, tanggal baik atau hanya sekedar untuk memudahkan dalam mengingat.

Apapun alasannya yang terpenting adalah jangan sampai kita memandang sesuatu itu lebih dari sang Pencipta. Dalam Islam tidak diajarkan bahwa sesuatu itu lebih baik, lebih hebat dan lebih sakral. Baik itu hari, benda, bahkan makhluk sekalipun.

Yang berhak untuk menyandang gelar “lebih” adalah hanya Allah SWT. Karena kalau kita sudah memandang sesuatu itu lebih, baik itu jabatan, kedudukan, hari atau benda maka dikhawatirkan kita masuk kedalam syirik, yaitu menyekutukan Allah.

Dan menyekutukan Allah (syirik) tidak akan pernah diampuni oleh Allah, seperti dalam salah satu ayat Alqur’an yang kira-kira bunyinya seperti berikut.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 116)

Jadi bagi yang punya hajat dan ternyata tidak kebagian di hari tersebut, jangan terlalu memaksakan diri. Masih banyak hari lain yang sama baiknya di sisi Allah SWT.

Wallahu ‘alam bi Showab