Hari ini Listrik tiba-tiba down secara mendadak tapi langsung nyala kembali. Namun tak ayal serangan tak terduga tersebut mampu merontokkan pertahanan server yang sebetulnya sudah dijaga oleh dua “bodyguard” UPS yang ternyata ikut keok juga dan tidak mampu menahan serangan tersebut. Mungkin umur UPS yang sudah cukup tua tersebut sudah terlalu dimakan usia sehingga sisa sisa kekuatannya (walaupun masih ada) sudah tidak sebanding lagi.

Ironis memang sebuah sever yang bertugas “melayani” semua aktifitas kantor seperti, email, internet, data, applikasi harus dijaga oleh bodyguard yang sudah dimakan umur. Tapi ya itulah kenyataan yang terjadi. Dan bukannya tidak ada usaha untuk “meremajakan” UPS tersebut tapi lagi-lagi faktor “otoritas” yang masih mempertahankan untuk tetap menggunakan “boddyguard” lama.

Alasannya? ya tetap sama dan mungkin sedikit klise.. yaitu efisiensi… selama masih bisa pake yang lama kenapa harus yang baru? selama masih bisa pake kijang kenapa harus pake bmw? Padahal masalahnya bukan kijang sama bmw tapi kijang lama dan kijang baru atau bmw lama dan bmw baru. Dan kalau dihitung-hitung secara matematika (walaupun matematika saya ga bagus2 amat) kerusakan Server yang berakibat terhentinya aktifitas kantor yang dalam satu hari saja konon katanya bisa rugi sampe puluhan sampe ratusan juta apakah itu bisa dianggap efisien?

Mungkin penjelasan yang kurang didukung data yang membuat apa yang kita sampaikan tidak bisa diterima sepenuhnya. Emang data mengenai kerugian tersebut pun ketika dikonfirmasi ke pihak yang terkait mereka pun belum bisa mempertanggung jawabkan karena kurangnya data yang mendukung.

Hal ini bukannya mereka tidak punya data dan atau tidak mendokumentasikan pekerjaannya namun karena dokumentasi yang masih manual sehingga menyulitkan pada waktu mencari data yang akurat dan memakan waktu yang sangat lama.

Itulah pekerjaan dan tugas kami agar bisa lebih mengefisienkan semua pekerjaan walaupun pada awalnya selalu mendapat tantangan dan penolakan. Ya Itu semua menjadi tantangan bagi kita semua.