June 27, 2007
Awalnya saya tidak tertarik dengan yang namanya Blog. Saya pikir terlalu banyak waktu yang terbuang hanya untuk membaca, memikirkan apa yang mesti ditulis, dan apalagi untuk menulisnya. Sementara kerjaan menuntut agar pekerjaan *yang banyak* segera diselesaikan.
Namun alasan utama kenapa saya tidak tertarik blog adalah karena saya bukan penulis, saya tidak pandai menulis. Jangankan menulis blog, menulis laporan atau dokumentasi pekerjaan sehari-hari pun kadang suka keteteran. Bahkan sampai keluar ungkapan “Say No To Blog” *parah amat, masa blog disamaiin sama narkoba*.
Namun pada saat saya mengalami masalah dengan pekerjaan saya *waktu itu sedang melakukan instalasi di Server* seperti biasa saya mencoba mencari solusi di Internet lewat Mr. Google *begitu biasa kami memanggilnya*. Dan ternyata saya menemukan solusinya disalah satu blog *maap saya lupa lagi nama blognya*.
Begitpun ketika menemukan masalah lain ternyata saya justru banyak terbantu oleh orang-orang yang memberikan tip dan solusinya lewat blog berdasarkan pengalaman mereka *bukan dari offiicial webnya karena terkadang mereka tidak menyediakan trouble shoting secara detail* yang justru lebih mengena dan pas dengan kebutuhan pada waktu itu.
Akhirnya saya mulai terbuka dan berpikir kenapa ada orang yang susah-susah mau meluangkan waktunya hanya sekedar menulis step by step dari apa yang sudah mereka kerjakan. Dan itu tidak dituntut harus pandai menulis. Asal tahu langkahnya ya tulis aja..
Dan ternyata banyak juga yang nge-blog dengan bahasa yang biasa saja bahkan cenderung seadanya. Ga perduli tatabahasa atau yang lainnya yang terpenting isi hatinya tercurahkan di blog tersebut.
Setelah saya baca “Gaya Menulis” diblognya Dani Iswara bahwa ternyata gaya menulis blog bermacam-macam, salah satunya dari bahasa.
Ada yang konsisten dengan Bahasa Indonesia baku (EYD), mis. Jay adalah Yulian, #direktif (meta bahasa jelas:
"id"; ’susah juga euy..’).
Ada juga dengan bahasa gaul, Bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa daerah, Inggris, bahasa medis, atau campuran lainnya (agak merugikan dari sisi meta bahasa bagi yang ngeblog dengan Bahasa Indonesia dan Inggris campuran).
Jadi kenapa saya harus terbelenggu dengan kata2 “tidak bisa/pandai menulis”. Akhirnya saya mulai membaca blog dari orang-orang yang sudah “punya nama” *baca: seleb* sepertiĀ Imam Priyadi, Budi Rahardjo dan Jay adalah Yulian *salah satu blog yang sering saya kunjungi yang merupakan teman dan sekaligus juga mentor saya*.
Setelah itu saya “beranikan diri” untuk mulai membuat blog. Maka pada hari Senin tanggal 4 juni 2007 saya mulai membuat blog pertama di Multiply.com dengan alamat ruzzboy.multiply.com. Namun karena dirasa kurang sreg akhirnya saya pindah ke WordPress pada tanggal 15 Juni 2007 dengan alamat ruzzm4n.wordpress.com.
Memang sejauh ini pengunjugn blog saya masih sedikit, walaupun saya sudah promosi ke temen, adik, kakak, tante, nenek… *wah jadi kayak naek K***…*. Mereka masih belum tertarik untuk melihat-lihat atau membaca blog saya. Mungkin karena blog saya masih apa adanya, atau kata tetangga sebelah mah “ga mutu…”. Tapi gpp sebagai permulaan.
Dan yang terpenting dengan blog saya bisa mencurahkan apa yang selama ini menjadi pemikiran saya. Paling tidak saya juga bisa berbagi ilmu dan pengalaman baik dalam pekerjaan atau yang lainnya.
Jadi selamat menikmati blog “Gado-gado” dari seseorang yang “tidak pandai menulis” :-).
June 30, 2007 at 8:10 pm
Udah bagus koq blognya. Tinggal mengembangkan isinya, dll. Kalo pengen promosi, sering2 aja ngisi komen di blognya orang lain. Ntar kan dia berkunjung balik. Keculai seleb :p hehehe…
July 2, 2007 at 5:28 pm
Mengapa Blog?
1. Karena mesin pencari cinta content. Dan, Blog memenuhi standar cinta mesin pencari, karena ‘dagangan’ Blog adalah content. Jadi kalo mau terkenal… buat blog. hehe
2. Karena banyak yang gratis dan mudah penginstalannya. Contohnya WP, nenek-nenek aja bisa nginstal WP. Selain itu, masih bayak manusia di dunia ini yang cinta gratisan (termasuk saya tentunya, hehe)
3. Karena dapat membangun komunitas yang spesifik. Komunitas itu perlu, akibat faham eksistensialis manusia. Contoh, blog pencinta basket, perlu dibuat, agar mewadahi para pencinta basket/pemain basket lainnya.
4. Karena ada kepercayaan, bahwa dengan menulis, tradisi bertutur khas nusantara dapat dipelihara. Selain itu, bercerita ternyata mampu melawan lupa. Sebab ternyata banyak orang indonesia yang mengalami amnesia jamaah akibat penjajahan rezim.
Selamat nge-blog Mas Rusman.
July 2, 2007 at 10:01 pm
mantap pak
July 3, 2007 at 11:27 am
Justru harus Blog
Karena di blog kita jadi belajar menulis
August 30, 2007 at 4:32 pm
gak sengaja..nemu tulisan ini..dari google, bukan technorati..
semoga makin banyak yg mau berbagi..